SMKN 11 Bandung
Hasilkan Siswa Berprestasi Hingga ke Tingkat Dunia
Bandung, Profile. Sadar atau tidak sadar, tingkat polusi dan pencemaran baik pencemaran udara maupun pencemaran lingkungan berbentuk sampah, saat ini sudah diambang menghawatirkan. Betapa tidak, Setiap menit dalam 1 hari, ada 1 juta tas plastik digunakan dan hampir 3 juta ton plastic serentak diproduksi untuk membuat botol minuman setiap tahunnya yang pada akhirnya juga akan menjadi sampah. Itupun belum termasuk dengan jenis sampah lainnya yang juga akan menjadi sampah.
Berangkat dari kepedulian terhadap lingkungan tersebut, maka Jayadi dan Udaka siswa SMKN 11 Bandung mencoba berinofasi membuat pupuk organic dalam rangka mengembalikan kesuburan tanaman. Bahan pupuk organic tersebut mereka dapatkan hampir 100% dari sampah organic yang selama ini sangat jadi permasalahan dalam hal penanggulangannya tersebut.
Pupuk organic yang telah dicobah dikembangkan oleh siswa SMKN 11 Bandung ini, selain dalam rangka ikut menanggulangi sampah, juga mencobah membantu masyarakat umum dalam rangka peningkatan kesuburan tanaman dengan menggunakan pupuk yang sangat ramah lingkungan yang mereka ciptakan bebas dari bahan atau zat kimia. Dengan memakai nama produk Ogreen yang terdiri berbagai isi kemasan dimulai dari 275 cc hingga 500 cc tersebut, mereka sudah mendapatkan pangsa pasar seperti sudah mendapat pesanan khusus dari Pemkot cimahi setiap bulannya.
“Memang saat ini produk pupuk yang kami kelolah masih untuk pupuk tanaman hias dan tanaman umum lainnya. Namun kedepan kami juga akan mengembangkan untuk pupuk tanaman pangan hingga langsung dapat menyentuh ke lapisan paling bawah (petani). Kemarin kami baru saja mendapat kunjungan dari dosen universitas Nurtanio DR.Teo Sukardi, beliau selain sebagai dosen juga adalah orang yang sangat peduli akan lingkungan. Tujuannya datang kesekolah kami, selain melihat kegiatan kami, juga akan membantu kami dalam hal pengembangan pormula serta akan membantu dalam hal pemasaran” ungkap Jayadi dan Udaka saat ditemui di SMKN 11 Bandung, waktu lalu.
SMKN 11 Bandung, selain telah banyak menghasilkan siswa yang berprestasi baik dilingkungan sekolah hingga prestasi
ke Mancanegara. Septi Setiawati, misalnya. Anak kedua dari 2 bersaudara ini adalah alumni SMKN 11 Bandung tahun ajaran 2009/2010. Berbagai prestasi yang telah septi kantongi, dimulai dari Juara 1 Tk.Provinsi, Juara 1 Tk. Nasional untuk mata lomba IT Sofware Alicatition, hingga mengikuti WordSkills Competition di London.
“Kegiatan WorldSkills competition yang dilaksanakan di London waktu itu adalah kelanjutan kegiatan yang saya ikuti di tingkat nasional. Sebenarnya pelaksanaannya waktu itu tidak jauh setelah saya
mengikuti dan memenangkan lomba tingkat nasional. Namun karenah hampir satu tahun saya tidak ada panggilan untuk mengikuti program/lomba tersebut, akhirnya saya kuliah dulu. Namun pada saat baru masuk semester pertama, saya mendapat panggilan untuk mengikuti Wordlskills Competition di London, terpaksa waktu itu saya harus ngambil cuti 1 tahun dulu untuk mengikuti kegiatan ini.” saya dan teman teman dari daerah dan sekolah lainnya yang berjumlah 25 orang dengan 23 mata lomba tersebut, lanjut Septi, cukup bangga dengan berhasil menjadi peringkat 16 dunia dari 51 negara peserta lomba. Dulunya Indonesia hanya di peringkat 22 dunia. Sedangkan bidang mata lomba yang saya ikuti yaitu IT Sopware Solution for Business waktu itu ada 20 negara peserta.Saya cukup puas bisa menjadi 10 besar dari 20 negara peserta pada mata lomba yang saya ikuti tersebut,” ungkap anak yang mau bersusah payah dan tanpa pamri masih mau ke SMKN 11 walau sudah menjadi alumni dan ikut member I dorongan serta memberi masukan kepada adik kelasnya yang juga akan mengikuti berbagai lomba sejenis.
Melihat berbagai prestasi yang dilahirkan oleh putra bangsa yang telah ikut mengharumkan nama daerah khususnya dan nama Negara ketingkat internasional umumnya, selayaknya mereka-mereka ini mendapatkan perhatian dan penghargaan khusus. Apalagi banyak dari para peserta lomba yang dari Indonesia tersebut, selain ada yang sudah bekerja ada juga yang masih kuliah dan mereka harus mengorbankan semua itu. Mereka harus berenti dulu dari pekerjaan dan kuliah mereka demi mengharumkan nama Negara ke tingkat dunia.Semoga (YD)